Puisi (promosi)


KESETIAAN
Oleh Taufik

Lenyap ampa ku sadari,
hancur dimakan sepi,
sunyi selalu menghampiri,
kenangan yang menusuk hati….

Indah cinta mu cepat berlalu,
kesepian terendam dalam diri ku,
hanyut sudah mengharubiru di kalbu,
cinta ini terus menyiksa ku….

Setiaan mu bagai angin,
mudah pergi kearah yang laen,
cinta mu hanya di biir saja,
dihati kenyataan nya laen pula…

SEBUAH SENYUMAN YANG BERAKHIR DENGAN AIR MATA
Oleh Tessa

Aku diam dalam kepedihan ini
aku bisu dalam keheningan ini
ku tak rasakan kehangatan mentari
ku tak dapat rasakan hangatnya sentuhanmu

Ku tak tau apa yang aku rasakan saat ini
semua terjadi beditu saja
semua berlalu dengan cepat

Awalnya kau buat sempurna dimataku
kau buat sempurna semua
hingga aku mulai terlena dengan ini semua
aku terlena dengan hangatnya cintamu
dengan indahnya cinta, kasihmu
yang sudah ekian lama aku inginkan darimu

Tapi sekian lama kita bersama
kita jalani semua, kukira kau kan setia
seperti aku yang mencoba setia untukmu
setia mendampingimu
namun semua itu sirna….

Setelah kau hancurkan semua
semua cinta, kasihku, dan harapanku
teganya kau duakanku dengan dia
kau hianati cinta kita demi dia

Dan mungkin ini memang takdir kita,
takdir kita yang tak mungkin pernah bisa bersatu

Biarkanlah ini semua menjadi suatu kenangn termanis untukku
dan biarkan aku kenang semua ini untuk diriku sendiri

Dan maafkan aku yang tak sempurna untukmu
maafkan aku sayankku..,
aku akan slalu mencintaimu, meski kau tlah sakitiku..,

CINTA TAK DIANGGAP
Oleh Elok Pradika Purnama Putry

Aku berdiri di atas sayup-sayup senja
Mencari cinta dan ketulusan yang sesungguhnya
Di keindahan gerimis senja yang memberiku setetes harapan
Aku mengenalmu karena cinta
Aku mencarimu karena cinta
Aku bersamamu juga karena cinta
Dan jika aku harus merelakanmu karena cinta, aku pun juga harus rela
Mungkin bahagiamu bukan untukku
Cintamu tak tercipta untukku
Dan hatimu tercipta hanya untuk Dia
Orang yang selalu mendapatkan perhatian darimu
Sesungguhnya aku tak pernah menyangka kau lakukan ini padaku
Kau tega menduakanku dan tak pernah mengakuiku
Apa tak pernah kau bayangkan betapa sakitnya aku tak pernah kau anggap
Sepenuhnya aku mengerti, kau tak akan bisa mencintaiku seperti kau mencintainya
Aku juga tak akan pernah memaksamu untuk kembali ke pelukanku
Karena aku tau cinta itu tak harus memiliki,
Tapi percayalah…
Sepenuh hati ini, sepenuh raga ini, hanya milikmu
Aku akan selalu mencintaimu
Hingga mata terpejam
Nafas berhenti
Jiwa meninggalkan raga
Kamu kan selalu di hatiku

KAU YANG AKU KENANG
Oleh Ciproet Lupz Ceprilyly

Selamanya akan memmbekas luka dalam hatiku
berkecamuk rasa tak menentu
dicintai salah,mencintaipun juga salah
terkadang ingin bebas,lepas dan terhempas
di mana tidak ada penderitaan

Tapi duniaku penuh dengan penyesalan
tetesan air mata akan kekejaman
tempat dimana aku menyayangi orang yang begitu aku cinta
kini dia meninggalkanku dengan kehidupannya yang tak perna aku tau
dia menilai keseriusanku yang tak bearti apa-apa baginya
dia adalah jarum yang menancap di hatiku

Meski kau bagiku yang terindah
tapi sanyang !?
kau tercipta bukan untuk aku miliki
kau seperti bunga mawar bagiku
karna kecantikan mahkotamu membuat aku berat melepaskanmu
meski gucuran darah initerus mengalir karena durimu

Aku belajar sabar dari sebuah kemarahan
aku belajar mengalah dari sebuah keegoisan
aku belajar tegar dari sebuah kehilangan

Sepi bukan bearti hilang
diam bukan bearti lupa
jika kamu tidak punya waktu untuk aku
aku akan mengerti
jika kamu menemukan cinta lagi
aku juga akan mengerti
tapi jika suatu hari nanti aku berhenti mencintaimu
itulah giliranmu untuk mengerti

AKU KEHILANGANNYA
Oleh Monccoz

Kadang…
Ada cocok dalam Hati
Namun,semuanya tak sejalan
Ia menutup diri tak seperti biasanya
Entah,apa yang hadir dalam Hidupnya kini
Ada kehilangan untuk mengerti Dirinya
Saat ini…

Kadang…
Ingin sekali mendengar kembali
Ia berucap, meskipun tak berarti
Mungkin, Ia menahan semua itu
Atau kini Ia tak ingin berungkap padaku lagi
Seperti sediakala…

 

 

Tanpa judul

Badai ini datang bertubi tubi
Menghempas kapal kehidupan ku
Menerjang bongkah karang hati ku
Menghancurkan biduk semuanya

Relung hati terporak poranda
Membelah kisi kisi hati
Membentur dinding dinding kalbu
Suaranya menyayatkan kalbu

Aku ingin berlari menjauhkan diri
Mencari cermin cermin hati
Dan berkaca untuk mencoba tersenyum
Senyum yang di paksakan

Dia

Saat aku tertunduk lesu
Aku tak sanggup mengelak semua itu
Terpaksa ku putuskan keputusan yang teramat sulit
Harus ku tinggalkan dirimu

Dia yang kau harap
Dia yang selalu kau ucap
Dia yang selalu mengisi hari
Dia dia dan dia

Sungguh aku letih mendengarnya
Lelah dengan semuanya
Resah dengan keadaan
Harap ku semua kan berlalu

Diam

Dalam diam ku aku pendam semuanya
Dalam diam ku aku rencanakan semuanya
Dalam diam ku aku pasrahkan semuanya

Diam ku bukanlah emas yang kau harapkan
Diam ku bukanlah indah yang kau rasakan
Karna dalam diam ku
Kan ku hancurkan dirimu

 

Badai Di Hatiku

badai di hatiku hempaskan lenaku
menghantam sudutnya hingga porak-poranda
meluluhlantakkan rindu hingga tak sempat berbuah cinta
meretakkan dinding-dinding hati
di mana di sana kuukir indah wajahmu

badai di hatiku kian menggelora
ketika petikan gitarku tak mampu mengiringi sayatan gemulai biolamu
ketika detik yang terketik untuk syairku terdengar picisan oleh senandungmu

aku melupakan diri
terdengar desah angin lembah
membisikkan getar-getar gairah
api kecintaan untuk dirimu

tergeletak dalam layu dan sosok gersang
terkulai dalam lagu dan kata usang

badai di hatiku hancurkan jiwaku
luruhkan teguhnya hingga erosi
mengikis yakinnya hingga abrasi

aku bersenandung dalam bingung
dengan tembang liriknya bimbang

aku merintih sedih
aku menjerit sakit
aku khilaf lalu kalap
aku menyerah dan kalah

kasih…
lepaskanlah hatiku
dari cintamu yang berkabut

Mundur

huh..!
rasa ini menyedihkan
ku pikir hanya aku cahayamu
ternyata bintang begitu banyak bertaburan di malammu

ini bodoh
berharap hanya aku yang selalu warnaimu
ternyata pelangi begitu indah melintas dilangitmu

ini sudah gila..!
rela tumbalkan separuh jiwa
demi sekilas senyum yang tertuju bukan untukkuHuh..!
getar ini menyakitkan
seperti tertusuk
seperti ribuan belati merajamku

terlambat..
tepiskan senyummu yang menggoda jiwa

tak mampu..
bendung gemuruh rasa yang terlanjur membara

lelah..
tapaki sejengkal pesona dari keindahan sosok mayamu, bidadari..!

tiba saatnya akhiri semua ini
aku mundur..!

 

TAk ada judul

ketika kita menangis?

ketika kita membayangkan?

Ini karena hal terindah di dunia TIDAK TERLIHAT…

Ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan..

Ada orang-orang yang tidak ingin kita tinggalkan…

Tapi ingatlah…

melepaskan BUKAN akhir dari dunia..

melainkan awal suatu kehidupan baru..

Kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis,

Mereka yang tersakiti,

mereka yang telah mencari…

dan mereka yang telah mencoba..

Karena MEREKALAH yang bisa menghargai
betapapentingnya orang yang telah menyentuh kehidupanmereka…

 

 

 

Memendam perih tutupi luka
Oleh : Meirul Chasanah

Sinar bulan tak dapat menyinari hatiku
Gemerlap bintang tak dapat menghiasi benakku
Mentari yang iringi langkahku, kini lelah menuntunku
Tak terhitung sudah hari
Hari-hariku memendam rasa ini, hari-hariku memendam perih ini
Terus menahan rasa, karna ku takut kau kan jauh
Bila ku katakan yang sebenarnya

Saat ini memang ku bukan siapa-siapa
Tapi nanti ku kan genggam tanganmu, kan ku eratkan dengan tali asmara
Tak akan ku lepas, akan ku hapus semua air mata lara
Tak akan ku ijinkan mengalir deras disana, menetesi perihnya hati tertutup luka karena cinta
Aku berjanji, terus berjanji
Kan mengubah derap tangis menjadi senyum mengesankan
Namun Tuhan belum memberinya, kebahagiaan pun belum ku terima
Akan kubaluti kepedihan dengan senyuman
Karena ku percaya, ku ka nada disampingmu nanti
Saat kau telah membuka mata, bahwa aku yang selalu setia
Derap tangisku kan berubah menjadi derap tawa kebahagiaan
Dengan menggenggam tanganmu dan tersenyum bersamamu

 

PENGORBANAN JASA ORANG TUAMU
Oleh Pramitha Utari

YaTuhan..
baru kali ini kau sadari pengorbana yang begitu besar
atas apa yang orang tua ku berikan

YaTuhan..
baru kini aku sadari
tak pernah ku bersyukur atas apa yang engkau berikan
tak pernah ku mngetahui orang tua ku mengorbankan smua untukku
tapi , apa balasan ku saat ini

Tak pernah ingin tau
tak pernah ingin tahu dimana dia sekarang?sudah makan?sudah sholat?
rasa nikmat yang Allah berikan kepadaku lebih besar dari rasa Bersyukurku
dari smua yang orang tua ku berikan ..

Apakah aku bisa membalasnya?TIDAK !!
tidak sama sekali..
meskipun berjuta emas ku berikan
tapi tak bisa tergantikan dari kasih sayang cinta dan pengorbanan yang ia berikan..

Ya Allah aku sangat bersyukur atas apa yang engkau berikan
sampai saat ini aku bisa mengihirup udara melihat keindahan Alam
terima kasih Ayah..Ibu..kau sangat Berjasa untukki.

 

BILA AKU JATUH CINTA
Puisi Ens

Allahu Rabbi aku minta izin
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang
Hingga membuat lalai akan adanya Engkau
Allahu Rabbi
Aku punya pinta
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas
Biar rasaku pada-Mu tetap utuh
Allahu Rabbi
Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta
Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengan
kasih-Mu
dan membuatku semakin mengagumi-Mu
Allahu Rabbi
Bila suatu saat aku jatuh hati
Pertemukanlah kami
Berilah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu
Allahu Rabbi
Pintaku terakhir adalah seandainya kujatuh hati
Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku
Anugerahkanlah aku cinta-Mu…
Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu
Amin !

 

 

 

 

 

WANITA DENGAN SENYUMAN INDAH
Oleh Moenthe Carlo

Tidakkah kau bisa merasakan
indahnya pagi ini
seperti apa yang aku rasakan
hembusan angin membelai dengan kelembutan
membasuh sekujur tubuh yang telah jenuh

Aku merasakan itu…
dalam raga…
dalam jiwa…
dalam hatiku….

aku bercerita tentang wanita itu
wanita dengan senyum yang indah
dihiasi dengan paras yang begitu mempesona
aku terkagum-kagum…

pagi ini semakin indah untuk bercerita
tentang wanita dengan senyum yang indah
oh…alangkah sempurna karunia Tuhan
lihatlah bagaimana ia melangkah
aku merasakan hentakan kakinya di dadaku
dia menggetarkan jantungku
memacu aliran darahku

Tuhan…apa yang aku rasa pagi ini ?
dunia ini sangat indah
bila pagi ini adalah pagi untuk seterusnya

 

CINTA YANG HILANG
Oleh Lia Salsabila

Semilir angin kian lembab
Lahirkan titik titik embun diujung dedaun
Jangkrik bersiul merdu
Sayup suara Ku Ku si burung hantu
Suasana malam yang kian pekat nan senyap
Temaniku dalam pilu

Aku tergugu
Gejolak rindu seolah membeku
Rembulan yang tinggal separuh
Mengintip dari celah jendela kamarku
Dia pun terlihat agak sendu
Meski tetap tersenyum merayu
Seolah dia tahu gundahku
Oh rembulan
Tahukah engkau diujung langit mana dia terbang
Tak satupun nampak jejak juga bayang
Masihkah rindu ini harus ku genggam
Hingga sampai saat itu menjelang

Aku mencintainya sepenuh hati
Amat merinduinya meski telah pergi

Ku hanya ingin bertatap
Walau hanya sekejap
Namun itu takkan mungkin terjadi
Tidakkah seharusnya rasa ini telah mati
Dan sirna dari hati ini
Namun dia tetap bertahta di palung sanubari

“Lia”

 

 

SEBUAH KATA
Karya NN

Malam ini ,
ku lihat bayang dirimu dalam kegelapan malam
melangkah menjauh dariku
mendekat pada angin malam dalam kegelisahan

Wajahmu pucat pasi tak seperti biasa
tubuhmu dingin bagai air yg membeku
mulutmu diam seribu bahasa

Apakah yg tlah terjadi ???

Kebisuanmu membuatku tak berdaya , terdiam
habis sudah kata-kata indah dalam bibirku
tenggelam bersama hausnya aku akan ucapanmu
ucapanmu yang slalu ku nanti-nantikan saat kehadiranmu

Bagai hati tersambar petir
saat ku tau , kau menghilang dari hadapku
dan tak pernah kembali di sini bersamaku
untuk menjalin cinta di akhir hidupmu

Aku tau ,
tetapi mengapa ku tak pernah rela melepas kepergianmu
kepergiaanmu yg abadi
menemukan kehidupan yg baru dan abadi

” SELAMAT JALAN KASIH ”
Sebuah kata yg tak pernah bisa ku ucap untukmu mu

 

 

 

DIMANA BUNDAKU
Karya NN

Hiks, bunda…dimana bunda?
Aku telah bangun dari tidur, rasanya lelah sekali.
Seharian kita berjalan-jalan bersama ayah,
Begitu indah, tapi
Tiba-tiba genggaman tanganmu terlepas dariku,
Terdengar suara bising,membuatku lupa
Apakah engkau meninggalkanku bunda?
Aku disini bunda
Aku sudah bangun, ternyata aku bermimpi!
Aku terbangun bersama orang-orang yang tak ku kenal,
Mereka lelap sekali bunda.
Bunda, dimana engkau?
Kenapa engkau tidak melihatku disini,
Aku disini bersama mereka,
Aku takut sendirian,
Aku kedinginan,
Aku lapar dan haus,
Aku mencarimu bunda,
Dimana engkau?

Ohhh….
Bunda ternyata engkau mencariku.
Bundaaaaaaa!!
Bunda kenapa diam,
Tak terdengarkan jeritku memanggilmu?
Bunda?
Apa itu bunda? Oh, engkau menangis..
Mengapa engkau menangis?
Baru kali ini melihatmu menangis,
Engkau selalu tertawa bersamaku,
Meski aku nakal,
Meski aku rewel,
Tetap ceria.

Bunda, jarimu gemetar
Aku menggenggam tanganmu,
Hangat bunda,
Tapi mengapa engkau menatap kaku?
Siapakah itu?
Ya Tuhan, bunda menemukanku!

Bunda,
Jangan menangis,
Jangan bersedih,
Lihat! Lihatlah senyumku!
Bunda aku tersenyum, untukmu
Dalam cintamu,
aku ingin menjadi payungmu,
menunggumu disini,
dibatas waktu nanti.

Senyumlah bunda,
Aku kan pergi dengan mereka,
Meski mereka bukan orang tuaku.
Titip rindu untuk ayah.

Penggalan gelombang itu tak memutuskan cinta,
Meski harus berbeda alam

 

 

SUARA HATIKU
Oleh Elsa Eliza

Mentari datang dan pergi,haripun terus berganti dan waktupun terus berlalu
tapi aku masih selalu ada di tempat ini
disini aku merasa risih

Keadaan ini masih terus sama dari dulu tak ada satupun yang berubah dari ini
apa dan bagaimana aku sekarang ini,masih selalu sama seperti dulu
tak satupun kebahagiaan yang ku dapat
hanya kesedihan serta kepahitan hidup yang kualami

Rasa ini kian menghimpit ruang gerakku,
aku semakin terkekang dengan keadaan ini,
aku bingung dan hampir putus asa hadapi ini semua

Mengapa kebencian selalu bersemayam dalam atap hidupku?
mengapa kekerasan selalu ada di tempat ini?
dan mengapa pulah air mata tak pernah ada habisnya?

Semakin aku melawannya,maka aku semakin rapuh
semakin aku bertahan dengan keadaan ini,semakin berkecamuk emosi ini
aku benci semua ini

Ini hanya mimpi buruk dan kiamat dalam hidupku
aku ingin keluar dari keterpurukkan ini
aku ingin lari dan teriak sekuat mungkin agar semesta tahu
bahwa aku dan hanyalah aku yang tersiksa
yang sekarat pada muka bumi ini

Tidak dia,tidak kamu,tidak mereka
bahkan bukan siapa-siapa
kecuali aku dan hanya aku seorang

 

MENANTI HARI ESOK
Oleh Swanty Maharani

Dikala matahari memancarkan cahaya
Rerumputan sedang bergembira
Pepohonan sedang menari
Awan saling menyapa
Langit seakan sedang bergurau
Angin sedang menjelajahi daratan

Semua seakan sedang bergembira
Bila melihatnya sedang berkicau
Dengan indah nan lembut
Bulu-bulu seakan sedang melayang di udara
Seakan mereka mengerti semua yang terjadi
Seakan mereka merasa semua akan baik-baik saja

Waktu sedang sibuk memutar
Memutar angka-angka yang tidak berarti
Seperti angka itu tidak pernah berhenti
Memberikan kejutan yang tidak terduga
Petang telah tiba menyapa
Semua telah siap beristirahat
Untuk menunggu hari esok terjadi
Yang tidak pasti terjadi

 

 

INDAHNYA ALAM NEGERI INI
Puisi Ronny Maharianto

Kicauan burung terdengar merdu
Menandakan adanya hari baru
Indahnya alam ini membuatku terpaku
Seperti dunia hanya untuk diriku

Kupejamkan mataku sejenak
Kurentangkan tanganku sejenak
Sejuk , tenang , senang kurasakan
Membuatku seperti melayang kegirangan       

Wahai pencipta alam
Kekagumanku sulit untuk kupendam
Dari siang hingga malam
Pesonanya tak pernah padam

Desiran angin yang berirama di pegunungan
Tumbuhan yang menari-nari di pegunungan
Begitu indah rasanya
Bak indahnya taman di surga

Keindahan alam terasa sempurna
Membuat semua orang terpana
Membuat semua orang terkesima
Tetapi, kita harus menjaganya
Agar keindahannya takkan pernah sirna

 

 Gambar

Thank you for visiting

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s