Petualangan hidup


Rindu Seorang Perantau

Entah kata-kata apa yang harus ku urai
Sungguh rasa rindu ini tak bisa ku bendung lagi
Segenap Isi hatiku tanpa sadar ku tulis pada sekotak Keyboard:

For My Parents:

Wajah Kalian Tak Pernah hilang dari benakku
Kadang Menghantui hatiku hingga menjadi rasa yang sangat menghujamku

Aku Rindu…!!
Ketika Ibu Memelukku Dengan Penuh Rasa Sayang
Ketika Ayah Menasihatiku Dengan Kata-katanya yang lembut

Aku Rindu ..!!
Yang Selalu Memanjakanku
Yang Selalu Menyayangiku

Aku Rindu…!!
Merindukan Kecupan Manis Umi Di Pipiku
Dan Senyuman Aba Yang Begitu Indah

Aku Rindu..!!
Sering Ku Pandang Ibu Memasak makanan sebari berkisah tentang masa Kecilku
Sering Ku Pandang Wajah Ayah Yang Serius Membaca Kitab-Kitab

Aku Rindu..!!
IbuMengajarkanku tentang kebersamaan dan arti berbagi
Ayah Mengajarkanku tentang apa itu agama dan buat apa agama bagiku

Aku Rindu..!!
Ketika Ibu Berceloteh Tentang Masalah Pengobatan
Ketika Aku Berdebat Dengan Ayah Tentang Agama

Aku Rindu..!!
Ketika Menaiki Mobil angkutan umum Bersama
Ibu Selalu Berceloteh tentang kisah hidupnya
Dan Ayah Yang Tertawa Sebari Memuji Ibu

Aku Rindu..!!
Ketika Memijit Kaki Ayah
Ketika Membantu Ibu Mencari Kayu

Aku Rindu..!!
Dikala Hari Raya
Ibu Menyambut semua tamu dengan penuh Rasa Senang
Ayah Yang Melantunkan Surat Qaf Sambil Menitihkan Air Mata

Aku Rindu..!!

Aku Rindu..!!
KEtika Ayah Menyetel Radio sebari mendengar musik dangdut dan dongeng-dongeng
Ketika Ibu Menonton tivi hingga tak sadarkan diri tertidur di atas kursi

Namun Semua Itu Tinggal Kenangan
Karena Kini Ku Seorang Perantau
Yang Tak Lagi Merasakan Manisnya Pelukan Ibu Dan Indahnya Kata-kata Ayah
Tak Lagi Merasakan Indahnya Kasih Sayangmu

Ayah-Ibu Aku Merindukan Kalian
Merindukan kecupan dan senyuman manis kalian

Aku Merindukan Diirimu yang senantiasa menceritakan kisah hidupku
Aku Rindu Ketika Kita Berceloteh BErsama Di dalam mobil
Aku Merindukan Ayah yang menyanyikan lagu sambil mengusap kepalaku
Aku Merindukan Ibu Yang Selalu Mengatakan Bahwa Aku Adalah Masa Depan
Aku Merindukan Suara Ayah Yang Melantunkan Surat Qaf
Aku Merindukan Raut Wajah Ibu Dan Ayah Ketika Tidur
Aku Merindukan Wajah Ayah Yang Kadang Memarahiku.

Tataplah aku sejenak
Aku Ingin Menjadi Masa Depanmu
Aku Ingin Menjadi ORang Yang Membanggakan Dirimu dikala tua
Yang Membuat Kalian Tersenyum Manis Seperti Dulu

Ayah-Ibu Sungguh Aku sangat Merindukan Kalian…!!
Rasanya Aku ingin kembali pulang lalu memeluk mu
Rasanya Aku Ingin kembali pulang dan mengatakan aku sayang padamu

Untuk Adik-adik aku aku juga merindukan kalian

Merindukan hari-hari yang penuh dengan canda dan tawa dimana kita sering bertengkar memperebutkan kasih dan sayang Ayah-ibu. Kepada kakak, maafin aku ya kalau sudah banyak merepotkan Ayah dan Ibu karena sampai saat ini kakak adalah orang yang pertama dan paling membantu mereka. Aku sebenarnya malu pada diriku sendiri karena sampai saat ini saya belum bisa meringankan beban mereka, sampai sekarang aku belum bisa menunjukkan itu semua. Suatu saat aku berjanji aku akan membahagiakan Ayah dan Ibu dan membuat kalian Bangga sudah melahirkan Kita sebagai anak-Mu. Ayah-Ibu dimanapun engkau berada aku selalu mendo’a kan mu dan menyayangimu jarak bukan halangan bagiku, karena hatiku akan selalu ada untukmu dimanapun aku berada Ayah-Ibu do’a kan juga aku untuk mewujudkan semua itu demi Kalian karena tiada do’a yang ampuh selain do’a orang tua. Do’a kalian adalah jalanku menuju suksesku dan Rido-Nya Allah S.W.T.  Ayah-Ibu tunggulah aku, dan kita anak-anak-mu yang akan membahagiakanMu selalu !!!

Thank you for visiting

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s